
Di balik jendela, ia mengamati dunia lebih dahulu,
Saya bukan penulis besar, bukan pula seseorang yang sedang mengejar siapa pun untuk datang dan tinggal sekalipun sejenak. Bahkan, ini adalah proyek menulis saya yang pertama.
Saya hanyalah seseorang yang setiap sore pulang ke rumah dengan kepala yang penuh, lalu membuka buku, menulis beberapa baris kalimat,
dan membiarkan dunia melambat— walau sebentar.
Nama “Si Kucing Putih” ini lahir dari kebiasaan seekor kucing di rumah saya yang duduk diam di dekat jendela — mengamati hujan, lampu jalan, dan hal-hal kecil yang sering terlewat oleh mata manusia. Ruang ini dibuat bukan untuk menggurui orang lain, bukan pula untuk mengubah siapa pun, tapi untuk menemani mereka yang mampir sesaat di ruang ini.
Jika kamu menemukan dirimu di sini, mungkin kita sedang lelah pada cara yang berbeda, atau sunyi dengan bahasa yang sama.
Tidak ada kewajiban untuk tinggal.
Tapi kalau ingin,
kamu boleh duduk sebentar.
Membaca. Bernapas.
Lalu melanjutkan perjalananmu lagi.
— Si Kucing Putih
